Menu Melayang

Minggu, 18 Oktober 2020

Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Selama Pandemi Covid-19

Saat ini, pendidikan di seluruh dunia khususnya di Indonesia sedang mengalami permasalahan. Permasalahan tersebut di antaranya menyangkut dengan masalah kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan saat ini sedang mengalami tantangan sebagai dampak mewabahnya virus Covid-19. 



Virus Covid-19 menjadi pandemik global yang penyebarannya begitu mengkhawatirkan. Akibatnya, pemerintah harus bekerja sama untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19 dengan mengeluarkan kebijakan supaya seluruh masyarakat Indonesia melakukan Sosial Distancing atau menjaga jarak. Sehingga dengan adanya kebijakan tersebut membuat seluruh aktivitas masyarakat yang selama ini dilakukan di luar rumah harus diberhentikan sejenak dan diganti dengan beraktivitas di rumah masing-masing. 

Dampak dari Social Distancing salah satunya terjadi pada sistem pembelajaran di Sekolah. Berdasarkan surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran virus, Kemendikbud menghimbau agar semua lembaga pendidikan tidak melakukan proses belajar mengajar secara langsung atau tatap muka, melainkan harus dilakukan secara tidak langsung atau jarak jauh. Dengan adanya himbauan tersebut membuat semua lembaga pendidikan harus mengganti metode pembelajaran yang digunakan dengan cara online atau dalam jaringan (daring). Kegiatan belajar mengajar dipindahkan di rumah, tetapi harus dikendalikan oleh guru, dosen dan orang tua dengan menggunakan pembelajaran jarak jauh. 

Pembelajaran jarak jauh ini awalnya dilakukan selama kurang lebih 14 hari, akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk diperpanjang lagi karena melihat situasi dan perkembangan Covid-19 saat ini. Pembelajaran jarak jauh sangat dibutuhkan saat ini oleh semua siswa mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, dan ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, bahkan hampir seluruh dunia melaksanakan pembelajaran daring. 

Di Indonesia, pembelajaran daring bukanlah termasuk hal yang baru, model pembelajaran daring ini sudah dikembangkan sejak lama sebelum adanya wabah virus Covid-19. Dengan adanya wabah virus ini, membuat dan mengharuskan seluruh sekolah, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya menggunakan metode pembelajaran daring tanpa terkecuali, dengan tujuan agar proses pembelajaran tetap berjalan walaupun harus dilakukan di rumah. Keadaan ini tentu saja memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran. Guru dan siswa yang sebelumnya berinteraksi secara langsung di ruang kelas kini harus berinteraksi dalam ruang virtual yang terbatas. Guru dituntut memberikan pengajaran yang baik dan menciptakan suasana yang kondusif serta kreatif dan inovatif dalam menggunakan media belajar agar siswa dapat memahami materi pembelajaran dan tujuan pembelajaran bisa tercapai. Selain itu, motivasi belajar siswa juga berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran. Proses pembelajaran akan mencapai keberhasilan apabila siswa memiliki motivasi belajar yang baik. Oleh sebab itu motivasi belajar sangat penting untuk dimiliki setiap siswa, baik motivasi dari dalam diri sendiri (intrinsik) maupun motivasi dari luar (ekstrinsik). Suasana belajar yang diciptakan dalam pembelajaran daring turut mempengaruhi motivasi belajar siswa. 

Jika dalam pembelajaran langsung, guru mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk menjaga motivasi belajar siswa agar pembelajaran bisa tercapai karena suasana kelas memiliki pengaruh yang signifikan dengan motivasi belajar. Namun kondisi pembelajaran daring menyebabkan guru kesulitan untuk mengontrol dan menjaga suasana belajar karena keterbatasan dalam ruang virtual. Kondisi ini menyebabkan motivasi belajar siswa dapat menurun bahkan mempengaruhi hasil belajar siswa. Melalui wawancara yang dilakukan dengan beberapa guru, selama pembelajaran daring motivasi belajar siswa menurun, hanya sedikit yang berpartisipasi dan aktif selama pembelajaran berlangsung. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi menurunnya motivasi belajar pada siswa dalam pembelajaran selama pandemi Covid-19. Faktor-faktor tersebut seperti kondisi lingkungan belajar, sulitnya siswa untuk menemukan waktu yang tepat untuk belajar di rumah, kurangnya fasilitas untuk belajar daring seperti masih banyak pada orang tua siswa yang belum memiliki gadget dan susahnya jaringan untuk mengakses internet hal ini biasa banyak terjadi di daerah pedesaan sehingga memberikan pengaruh terhadap menurunnya motivasi belajar siswa. 

Oleh: Nurainun (0301172445) kelompok 23 KKN DR 2020, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel

Postingan Populer